Tuesday, June 18, 2019

EDUCATION: Seni Tari


SENI TARI
                        Seni Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis dan indah. Kini kami akan mengklasifikasian jenis tari yang ada di Bali. Berdasarkan jenisnya tari dapat diklasifikasikan menjadi 4 yaitu:
            1) Jenis Tari menurut Fungsinya,
            2) Jenis Tari menurut Koreografinya,
            3) Jenis Tari menurut Cara Penyajiannya,
            4) Jenis Tari menurut Tema atau Isinya.

      Jenis Tari Menurut Fungsinya
1.     Seni tari Wali/Sakral (religius dance), tarian ini berfungsi sebagai pelengkap pelaksana dalam upacara keagamaan yang dilakukan di Pura-pura dan tempat-tempat yang ada hubungannya dengan upacara agama, sebagai pelaksana upacara dan upakara agama tidak pakai lakon contohnya tari Rejang, tari Pendet.
Hasil gambar untuk gambar tarian daerah2 2. Seni tari Bebali/ceremonial dance, adalah seni tari yang berfungsi sebagai pengiring upacara/upakara di Pura-pura atau di luar pura pada umumnya memakai lakon, contohnya Drama Tari, Topeng, Arja
S 3. Seni tari Bali-balian (secular dance), adalah segala tari yang mempunyai unsur dan dasar tari dari seni tari yang luhur yang tidak tergolong tari wali ataupun tari bebali serta mempunyai fungsi sebagai seni serius dan seni hiburan. Contohnya, tari Legong Keraton, tari Joged (Bandem, 1991), Sedangkan dalam buku pengantar pengetahuan tari menyatakan bahwa tari menurut fungsinya dibagi menjadi 3 yaitu:
Hasil gambar untuk gambar tarian daerah1 1. Tari Pura (Tari Wali), pada mulanya dalam serangkaian upacara di Pura Tari Upacara adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kronologis upacara-upacara tersebut. Tarian ini biasa diadakan pada karya (piodalan besar di Pura). Tarian ini dilaksanakan sejak mulai sampai berakhirnya upacara dengan gerak-gerik ritmis yang simbiolis meskipun belum boleh dikatakan tari sepenuhnya tetapi sudah mengarah kepada bentuk-bentuk tari harus dilaksanakan secara murni dan konsekwen. Contohnya: Tari Rejang, dan Tari Pendet
2.     Tari Ritual (Tari Bebali), tari yang erat hubungannya dengan upacara adat yang mengharapkan keselamatan dalam hidup dan kehidupan. Contohnya: Tari baris, Tari Sanghyang, Tari Barong.
3.     Tari Hiburan (pergaulan), sesuai dengan fungsinya, tarian ini adalah sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa sukaria, rasa gembira, dan untuk pergaulan. Pada umumnya tarian ini di Bali ditarikan oleh wanita, tetapi ada pula yang ditarikan oleh pria, namun melukiskan peran wanita. Cetusan rasa gembira merupakan pergaulan antara pria dan wanita. Contohnya: Joged Bumbung, dan Tari Leko.
Dalam uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menurut fungsinya tari dibedakan menjadi tiga yaitu: Tari Wali merupakan tarian sakral yang hanya ditarikan di tempat-tempat suci, Tari Bebali, yang masih ada hubungannya dengan upacara adat baik di Pura maupun di luar Pura yang sudah memakai lakon, tari Bali-balian, tarian yang sudah mengandung unsur seni dan hiburan.
      Jenis Tari Menurut Koreografi (Pencipta/Penggubah)
Artika dalam bukunya Pendidikan Seni Tari menyatakan, jenis-jenis tari menurut koreografinya dapat dibagi 3 yaitu:
Hasil gambar untuk gambar tarian daerah1 1. Tarian Rakyat, adalah tarian yang sudah mengalami perkembangan masyarakat primitif sampai sekarang. Tarian ini sangat sederhana dan tidak begitu mengindahkan norma-norma keindahan dan bentuk yang standar. Pada zaman masyarakat primitif tarian ini merupakan Tarian Sakral yang mengandung magis. Gerak-gerik tariannya sangat sederhana karena yang dipentingkan adalah keyakinan yang terletak di belakang tarian tersebut., contohnya tarian meminta hujan, tarian untuk mempengaruhi binatang buruan. Tarian di Indonesia yang berpijak Tarian Primitif misalnya Tari Sanghyang, Tari Barong, dan sebagainya. Sedangakan yang masih merupakan ungkapan kehidupan rakyat yang pada umumnya merupakan tari gembira atau tarian pergaulan/sosial misalnya tari joged.
2.     Tari Klasik, adalah tari yang semula berkembang dikalangan Raja dan bangsawan yang telah mencapai kristalisasi artistik yang tinggi sehingga memiliki nilai tradisional. Tari klasik merupakan tarian dipelihara di istana raja-raja dan bangsawan yang telah mendapat pemeliharaan yang baik sekali bahkan sampai terjadi adanya standarisasi di dalam koreografinya.
3.     Tari Kreasi Baru, adalah tarian yang sudah diberi pola garapan baru, tidak lagi terikat kepada pola-pola yang telah ada dan lebih menginginkan kebebasan dalam hal ungkapan meskipun sering gerakannya berbau tradisi.
      Jenis Tari menurut Cara Penyajiannya. Menurut Cara Penyajiannya tari dibagi menjadi 3 yaitu:
1.     Tari Tunggal, adalah tari pertunjukan yang hanya ditarikan oleh satu orang penari.
2.     Tari berpasangan/Tari Duet, adalah tarian yang dilakukan oleh dua peran, diantara peran yang satu dengan yang lainnya saling melengkapi atau ada kaitan yang erat di dalam koreografinya baik berpasangan sejenis maupun berpasangan tidak sejenis.
3.     Tari Kelompok/Massal, adalah tarian ini bisa juga disebut drama taro karena selain diuraikan banyak orang juga membawakan suatu cerita lengkap atau sebagian.
Dalam uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tari menurut penyajiannya dapat dibagi 3 yaitu: Tari Tunggal (dibawakan satu orang), Tari Berpasangan (dibawakan oleh dua orang peran, dimana peran yang satu dengan lain saling melengkapi), Tari Massal tarian yang dibawakan oleh banyak orang, juga bisa membawakan suatu cerita lengkap atau sebagian yang disebut Drama tari.


      Jenis Tari Menurut Cara Isi/Temanya
Jenis tari menurut Temanya dapat dibagi 4 yaitu:
1.     Tari Panthomin, yaitu tarian yang menirukan gerak-gerik dari objek yang terdapat diluar diri manusia.
2.     Tari Erotik, adalah tarian yang mengandung isi yang erotis atau percintaan.
3. Tari Eroik/Tari Kepahlawanan, yaitu tarian yang mempunyai latar belakang penghindaran terhadap penderitaan (Tari Barong) dan tarian Perang (Tari Baris).
4.     Drama Tari yaitu tarian yang membawakan suatu cerita biasanya ada yang berdialog dan ada yang tidak memakai dialog.

EDUCATION: Contoh Resensi Buku


Judul buku      : Merangkai Mozaik Persadaku yang Terkoyak
Penulis             : Drs. Rifai Abidin
Editor              : Andri Wijaya
Penerbit           : PT. Refika Aditama
Cetakan           : pertama: 2003, kedua: 2006
Jenis kertas      : HVS 70 gram
Jenis buku       : Fiksi untuk anak SMP
Jenis ukuran huruf : Myrad Roman, 12 point

MERANGKAI MOZAIK PERSADAKU YANG TERKOYAK
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa memiliki beraneka ragam suku, bahasa, budaya dan agama. Namun perbedaan itu tak membuat Hamdan, Fika, Made, Paula,  dan Nio untuk menjalin  persahabatan dengan para sahabat yang ada di nusantara. Mereka berlima ibarat Bhineka Tunggal Ika. Meskipun mereka mempunyai latar belakang budaya, ragam suku, bahasa dan agama mereka tetap bersatu.  Dengan latar belakang yang berbeda itulah membuat persahabatan mereka menjadi akrab. Dari hal itu juga mereka bisa mempelajari dan mengenal budaya mereka masing-masing. Mereka juga membuat kelompok persahabatan yang bernama "Sahabat Pena". Kelompok Sahabat Pena yang mereka buat ini selalu aktif dalam berbagai kegiatan remaja. Sesekali mereka juga berkirim surat dengan para sahabat pena di nusantara, sehingga pada suatu hari kelompok ini mendapat kiriman surat dari sahabat yang berasal dari Ambon. Sahabat tersebut bercerita tentang keadaan Ambon yang porak poranda akibat kerusuhan. Dengan melihat keadaan Ambon yang porak poranda akhirnya sahabat ini berpetualang mencari dan menjalin persahabatan. Melalui persahabatan itulah mereka mencoba merangkai kembali mozaik persada Indonesia yang terkoyak. Persahabatan mereka ini merupakan wujud dari menjalin persatuan dan kesatuan.

    Kelebihan:
Kelebihan dari buku ini adalah membangkitkan minat baca dan memberikan pendidikan moral serta menyediakan buku bacaan yang mudah dicerna anak yang menghibur sekaligus dapat menambah wawasan pengetahuan mereka. Karena didalam buku ini terdapat gambar yang dapat mengilustrasikan apa yang sedang diceritakan hal ini juga dapet mempermudah seseorang pembaca untuk menyerap buku bacaan ini.
      Kekurangan:
Kekurangan dari buku ini adalah kurangnya gambar disetiap bacaan, karena disetiap bab hanya memuat 2-3 gambar, selain itu warna dari buku terlalu monoton dan tidak terlalu menarik dan gambar yang terdapat pada gambar cover kurang cocok dengan judul bacaan.


RECREATION: Secret Garden


Jalan-Jalan Ke Secret Garden


Hay guys yang lagi pada mau liburan ke Bali tapi bingung mau jalan-jalan kemana? Sini aku tunjukkin tempat jalan-jalan yang asik dan instagramable banget yaitu ke Secret Garden. Untuk ke Secret Garden kita membutuhkan waktu kurang lebih 1 stengah jam untuk sampai di Secret Garden karena tempat wisata ini berada di daerah Tabanan Bali. Tempat wisata ini sangat dekat dengan pusat oleh-oleh Joger yang berada di Luwus Tabanan. Untuk biaya masuknya saya hanya membayar Rp. 50.000,- saja loh dan itu kita bisa tuker untuk dapet free minuman juga. Setelah membayar kita bakal diajak masuk dan berkeliling sama tur guidnya untuk melihat secara langsung sejarah dan perjalanan salah satu produk kecantikan asli Indonesia, yaitu Herborist. Bentuk kegiatan edukasi yang ada disana antara lain Beauty Heritage Museum Tour, Mini PlantTheatre yang memutar film pendek tentang sejarah kosmetik dan gak kalah menariknya kita bakal diajak memasuki area Herborist Beauty Factory Outlet untuk merasakan dan melihat secara langsung produksi produksi Herborist.
Puas jalan-jalan ngeliat kegiatan cara pembuatan lulur herborist nanti diakhir kunjungan kita bakal diajak ke storenya herborist disana kita bisa beli produknya mereka, mulai dari lulur, handbody, aromatherapy, sabun dll bisa kita beli. Selesai belanja distorenya dan karena udah capek akhirnya aku tuker tiketnya dengan minumannya dulu terus duduk-duduk di restorannya. Selesai minum aku dan temen-temen keliling lagi buat foto-foto disana, disana ada beberapa spot foto yang bagus banget untuk diabadikan. And thenn taraaaa tempatnya bagus-bagus banget.
Selain kita bisa liat sejarah langsung pembuatan Herborist disana ada satu area di Secret Garden, kita bisa mengikuti wisata edukasi tentang kopi. Di sini kita dapat mengetahui proses meracik kopi ala barista sekaligus mengunjungi dan beristirahat sejenak di coffee shop yang akan memanjakan para pecinta kopi. Karena di Black Eye Coffee terdapat jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia seperti Toraja, Lampung, Aceh, Jawa, dan lainnya.