Tuesday, February 25, 2020

hempaskan komedo jahat dengan putih telur? emang bisa?!

Haiii semua nya hari ini aku mau ngepost sesuatu yang sangat sering aku liat di instagram yaitu cara menghempaskan komedo dengan putih telur dan tissue, kalian pasti kepo kan gimana cara nya bikin masker ini? kalo kalian udah gak saabar yuk langsung ajaa.....
alat dan bahan :
-       telur ayam
-       tissue wajah (jangan tissue toilet ya gengs)
-       mangkok kecil
-       kuas (optional, tapi aku pake tangan jadi gak repot pake kuas)
Cara nya
-       pisahkan antara kuning dan putih telurnya dengan mangkok yang berbeda, setelah itu kalian ambil sisi putih telurnya (untuk putihnya gak ku kocok)
-       setelah itu bersihkan wajah kalian, setelah dibersihkan oleskan putih telur ke area wajah yang akan kalian mau bersihkan komedonya setelah kalian oles lalu timpa dengan tissue (tissue nya kan biasanya ada dua helai kalian cukup pake satu helai saja) setelah itu timpa lagi dengan putih telur, kalian lakukan hal itu sebanyak dua kali, jadi setelah ditimpa dengan putih telur timpa lagi dengan tissue setelah itu tutup dengan putih telur kembali 
-       setelah itu tunggu selama 15 menit dan lihat hasilnya
Nah gampangkan cara menghempaskan komedo dengan putih telur dan tissue? Selain harga yang terjangkau kalian jadi gak ngeluarin uang yang banyak! Kalo kalian mau hasil yang maksimal gunakan seminggu dua kali untuk menghempaskan komedo jahat kalian. Sekian dulu tips and trick dari aku see you next time!!! (aku minta maaf untuk hasil komedo yang terangkat gak bisa ku masukkin karena lupa ngefotoin but hasilnya lumayan kok gengs 😂😂😂








KESENIAN

SENI TARI
                        Seni Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak ritmis dan indah. Kini kami akan mengklasifikasian jenis tari yang ada di Bali. Berdasarkan jenisnya tari dapat diklasifikasikan menjadi 4 yaitu:
            1) Jenis Tari menurut Fungsinya,
            2) Jenis Tari menurut Koreografinya,
            3) Jenis Tari menurut Cara Penyajiannya,
            4) Jenis Tari menurut Tema atau Isinya.

*      Jenis Tari Menurut Fungsinya
  1. Seni tari Wali/Sakral (religius dance), tarian ini berfungsi sebagai pelengkap pelaksana dalam upacara keagamaan yang dilakukan di Pura-pura dan tempat-tempat yang ada hubungannya dengan upacara agama, sebagai pelaksana upacara dan upakara agama tidak pakai lakon contohnya tari Rejang, tari Pendet.
  1. Seni tari Bebali/ceremonial dance, adalah seni tari yang berfungsi sebagai pengiring upacara/upakara di Pura-pura atau di luar pura pada umumnya memakai lakon, contohnya Drama Tari, Topeng, Arja
  1. Seni tari Bali-balian (secular dance), adalah segala tari yang mempunyai unsur dan dasar tari dari seni tari yang luhur yang tidak tergolong tari wali ataupun tari bebali serta mempunyai fungsi sebagai seni serius dan seni hiburan. Contohnya, tari Legong Keraton, tari Joged (Bandem, 1991), Sedangkan dalam buku pengantar pengetahuan tari menyatakan bahwa tari menurut fungsinya dibagi menjadi 3 yaitu:
  1. Tari Pura (Tari Wali), pada mulanya dalam serangkaian upacara di Pura Tari Upacara adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kronologis upacara-upacara tersebut. Tarian ini biasa diadakan pada karya (piodalan besar di Pura). Tarian ini dilaksanakan sejak mulai sampai berakhirnya upacara dengan gerak-gerik ritmis yang simbiolis meskipun belum boleh dikatakan tari sepenuhnya tetapi sudah mengarah kepada bentuk-bentuk tari harus dilaksanakan secara murni dan konsekwen. Contohnya: Tari Rejang, dan Tari Pendet
  1. Tari Ritual (Tari Bebali), tari yang erat hubungannya dengan upacara adat yang mengharapkan keselamatan dalam hidup dan kehidupan. Contohnya: Tari baris, Tari Sanghyang, Tari Barong.
  1. Tari Hiburan (pergaulan), sesuai dengan fungsinya, tarian ini adalah sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa sukaria, rasa gembira, dan untuk pergaulan. Pada umumnya tarian ini di Bali ditarikan oleh wanita, tetapi ada pula yang ditarikan oleh pria, namun melukiskan peran wanita. Cetusan rasa gembira merupakan pergaulan antara pria dan wanita. Contohnya: Joged Bumbung, dan Tari Leko.
Dalam uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menurut fungsinya tari dibedakan menjadi tiga yaitu: Tari Wali merupakan tarian sakral yang hanya ditarikan di tempat-tempat suci, Tari Bebali, yang masih ada hubungannya dengan upacara adat baik di Pura maupun di luar Pura yang sudah memakai lakon, tari Bali-balian, tarian yang sudah mengandung unsur seni dan hiburan.
*      Jenis Tari Menurut Koreografi (Pencipta/Penggubah)
Artika dalam bukunya Pendidikan Seni Tari menyatakan, jenis-jenis tari menurut koreografinya dapat dibagi 3 yaitu:
  1. Tarian Rakyat, adalah tarian yang sudah mengalami perkembangan masyarakat primitif sampai sekarang. Tarian ini sangat sederhana dan tidak begitu mengindahkan norma-norma keindahan dan bentuk yang standar. Pada zaman masyarakat primitif tarian ini merupakan Tarian Sakral yang mengandung magis. Gerak-gerik tariannya sangat sederhana karena yang dipentingkan adalah keyakinan yang terletak di belakang tarian tersebut., contohnya tarian meminta hujan, tarian untuk mempengaruhi binatang buruan. Tarian di Indonesia yang berpijak Tarian Primitif misalnya Tari Sanghyang, Tari Barong, dan sebagainya. Sedangakan yang masih merupakan ungkapan kehidupan rakyat yang pada umumnya merupakan tari gembira atau tarian pergaulan/sosial misalnya tari joged.
  1. Tari Klasik, adalah tari yang semula berkembang dikalangan Raja dan bangsawan yang telah mencapai kristalisasi artistik yang tinggi sehingga memiliki nilai tradisional. Tari klasik merupakan tarian dipelihara di istana raja-raja dan bangsawan yang telah mendapat pemeliharaan yang baik sekali bahkan sampai terjadi adanya standarisasi di dalam koreografinya.
  1. Tari Kreasi Baru, adalah tarian yang sudah diberi pola garapan baru, tidak lagi terikat kepada pola-pola yang telah ada dan lebih menginginkan kebebasan dalam hal ungkapan meskipun sering gerakannya berbau tradisi.
*      Jenis Tari menurut Cara Penyajiannya
Menurut Cara Penyajiannya tari dibagi menjadi 3 yaitu:
  1. Tari Tunggal, adalah tari pertunjukan yang hanya ditarikan oleh satu orang penari.
  2. Tari berpasangan/Tari Duet, adalah tarian yang dilakukan oleh dua peran, diantara peran yang satu dengan yang lainnya saling melengkapi atau ada kaitan yang erat di dalam koreografinya baik berpasangan sejenis maupun berpasangan tidak sejenis.
  3. Tari Kelompok/Massal, adalah tarian ini bisa juga disebut drama taro karena selain diuraikan banyak orang juga membawakan suatu cerita lengkap atau sebagian.
Dalam uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tari menurut penyajiannya dapat dibagi 3 yaitu: Tari Tunggal (dibawakan satu orang), Tari Berpasangan (dibawakan oleh dua orang peran, dimana peran yang satu dengan lain saling melengkapi), Tari Massal tarian yang dibawakan oleh banyak orang, juga bisa membawakan suatu cerita lengkap atau sebagian yang disebut Drama tari.


*      Jenis Tari Menurut Cara Isi/Temanya
Jenis tari menurut Temanya dapat dibagi 4 yaitu:
  1. Tari Panthomin, yaitu tarian yang menirukan gerak-gerik dari objek yang terdapat diluar diri manusia.
  2. Tari Erotik, adalah tarian yang mengandung isi yang erotis atau percintaan.
3. Tari Eroik/Tari Kepahlawanan, yaitu tarian yang mempunyai latar belakang penghindaran terhadap penderitaan (Tari Barong) dan tarian Perang (Tari Baris).


  1. Drama Tari yaitu tarian yang membawakan suatu cerita biasanya ada yang berdialog dan ada yang tidak memakai dialog.

WAWANCARA TENTANG PELANGGARAN DISEKOLAH

WAWANCARA TENTANG PELANGGARAN DISEKOLAH

Tempat                        :        -  
Tanggal                       :         - 
Waktu                         :           -
Narasumber               :           -
Tema                           :           Pelanggaran di sekolah

1.       Faktor apa yang menyebabkan banyak siswa yang masuk BK?
-          Penyebabutamanyasudahjelaspelanggaran.Tetapiselainpelanggaranadajugaanak yang datang untukkonsultasmasalahpribadi.
2.       Siswa kelas berapa yang paling sering dipanggil BK?
-          Siswa yang paling sering mendatangi BK biasanya anak kelas XII biasanya anak kelas XII datang kesini untuk berkonsultasi untuk menentukan study berikutnya setelah lulus dari SMA. Selain itu siswa yang dipanggil ke BK biasanya siswa yang tidak membayar SPP dan kadang-kadang ada siswa yang sadar datang ke BK untuk menceritakan keluh kesahnya baik permasalahan dengan orang tua ataupun urusan yang diluar seperti pacar dll.
3.       Kapan biasanya para siswa mengunjungi BK?
-          Setiap hari, dijam-jam kosong, namun dalam prosentase perbulan masih sedikit siswa yang mau berkunjung ke BK. Namun tak bisa dipungkiri juga disaat jam pelajaran ada juga yang datang tapi masih sedikit prosentasenya.
4.       Selain guru BK apakah ada guru lain yang dapat membantu siswa dalam mengatasi permasalahan?
-          Ada yaitu: guru bidang studi, wali kelas dan guru BK yang lain. Kerjasama dengan guru bidang studi dan wai kelas sangat diperlukan karena dari sana kami bisa mengetahui keadaan siswa saat proses belajar mengajar. Saat pelajaran berlangsung, ada siswa yang bermain-main, guru bidang study akan mengatasinya terlebih dahulu, jika tidak bisa guru bidang study tersebut akan melaporkan pada BK. Kita disini bukan untuk menyalahkan atau memarahi anak, kita membantu dalam mengatasi jalan keluar. Minimal mencari penyebabnya.
5.       Mengapa banyak siswa lebih memilih BK menjadi wadah mengeluarkan keluh kesah dibandingkan orang tua sendiri?
-          Sebab pada guru BK prinsip yang pertama adalah siap menjaga kerahasiaan. Banyak juga anak-anak yang jika curhat dengan orang tuanya sendiri merasa tidak nyaman, mungkin merasa bersalah atau takut dimarah.
6.       Bagaimana upaya Ibu/Bapak dalam mengatasi keluhan atau permasalahan siswa?
-          Misalnya siswa sudah diberi uang untuk bayar SPP oleh orang tuanya, tapi karena keperluan mendadak uang tersebut tidak bisa digunakan untuk membayar SPP?
Mencari penyebab masalahnya, kenapa dia bisaseperti itu.Kalau sifatnya darurat dan masuk akal,kita pasti mengarahkan.Tapi kalau digunakan untuk yang tidak-tidak, kita ingatkan. Beritahu juga kepada orang tua supaya orang tua tidak menyalahkan sekolah.

semoga bermanfaat guys ;)

ANALYTICAL EXPOSITION

Is Smoking Good for Us?
Before we are going to smoke, it is better to look at the fact. About 50 thousands people die every year in Britain as direct result of smoking. This is seven times as many as die in road accidents. Nearly a quarter of smokers die because of diseases caused by smoking. 19% of lung cancers are caused by smoking. If we smoke five cigarettes a day way, we are six times more likely to die of lung cancer than a non smokers . If we smoke twenty cigarettes a day, the risk is nineteen greater. Ninety five percent of people who suffer of bronchitis are people who are smoking. Smokers are two and half times more likely to die of heart disease than non smokers. Additionally, children of smokers are more likely to develop bronchitis and pneumonia. In one hour in smoky room, non smokers breathes as much as substance causing cancer as if he had smoked fifteen cigarettes. Smoking is really good for tobacco companies because they do make much money from smoking habit. Smoking however is not good for every body else.

TARI WIRAYUDA

TARI WIRAYUDA

*      TEMA : KEPAHLAWANAN

*      PENGERTIAN TARI WIRAYUDA

Tari  Wirayuda adalah sebuah tarian putra berpasangan/ berkelompok, yang ditarikan oleh antara 2 sampai 4 pasang penari pria bersenjatakan tombak, tari ini menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap-siap untuk maju ke medan perang.  Tarian Wirayuda diciptakan oleh I Wayan Dibia pada tahun 1979.

*      GERAK DASAR TARI WIRAYUDA
1.       Menarikan Bagian Pepeson
1.1. Majalan Gayal-gayal,
1.2. Ngagem kanan dan kiri,
1.3. Majalan nengkleng
1.4. Malpal
2.       Menarikan Bagian Pengadeng
2.1. Miles/Nganget
2.2. Majalan adeng nengkleng
2.3. Numbak kesamping
2.4. Ngigelang tumbak
 2.5. Majalan oyog-oyog
3.       Menarikan Bagian Pasiat/Pakaad
3.1. Ngagem Ngisi Tumbak
3.2. Saling Tumbak
3.3. Malpal
3.4. Numbak kesamping
3.5. Malpal 

TATA BUSANA
            Pementasan tari Wirayuda memerlukan beberapa macam perlengkapan busana dan juga properti. Adapun macam-macam perlengkapan busana dan properti tari WIRAYUDA adalah,
a.       Celana khusus menari Wirayuda
b.      Kamen (Cara melancingannya ke depan salah satu bagiannya di bawa ke belakang)
c.       Sabuk Prada (Dipakai hanya sampai di perut)
d.      Baju Rompi
e.       Badong glenter
f.       Ampok-ampok
g.      Gelang Kana kain (Di pergelangan)
h.      Udeng
i.        Bunga Imitasi merah dan Putih di pasang di telinga
j.        Tombak

Thursday, July 18, 2019

Pidato Bahasa Indonesia


Budaya Membaca Masih di Awang-awang
(Pidato)

                Om Swastyastu
                Selamat pagi kepada hadirin yang sudah mau meluangkan waktunya untuk datang menghadiri undangan kami. pada kesempatan ini marilah kita mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmadNya kita dapat bertemu dan membahas tentang Budaya Membaca Masih di Awang-awang. Ibu bapak teman-teman yang saya hormati sekarang adalah jaman globalisasi pendidikan merupakan salah satu tujuan pemerintah yang ingin dicapai secara maksimal demi kemajuan bangsa dan negara. oleh karena itu pendidikan bagi para siswa untuk mencapai apa yang diinginkan harus banyak membaca. namun hal itu sepertinya kurang disadari oleh banyak siswa. kurangnya jumlah perpustakaan serta tak tersedianya buku yang baik dan menarik menjadi salah satu faktor yang membuat kurangnya membaca dijaman globalisasi ini. mudahnya ilmu yang didapat dari membaca harusnya membuat kita sadar untuk terus menumbuhkan minat baca didiri kita karena bila buku tidak dibaca ilmu itu akan diam.
                selain sadar akan pentingnya membaca buku hal ini harus dibantu dengan perpustakaan yang menyediakan buku sebagai acuan para siswa dan masyarakat yang bisa dipergunakan dengan baik. usaha ini juga dapat diimbangi dengan membiasakan memberikan hadiah buku yang dapat menambah keinginan minat baca buku. upaya meningkatkan minat baca dan pemenuhan bacaan sudah seharusnya menjadi agenda utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa selain usaha-usaha yang telah dilakukan  oleh pemerintah, bila pemerintah tidak ikut campur tangan dalam masalah ini peningkatan baca akan tertatih-tatih. bandingkan saja dengan tetangga kita yaitu Malaysia, dalam hal minat baca buku negara kita masih sangat jauh tertinggal. dari data statistik tahun 1996  dalam 10 tahun terakhir Indonesia baru menerbitkan 2.500 dan Malaysia sudah 9.600 buku.
                oleh karena itu peningkatan minat baca perlu dilakukan dengan mensosialisasikan tentang arti membaca dan apa manfaat membaca bagi kita serta dapat diwujudkan dengan membentuk gerakan nasional yang terstruktur dan terencana secara baik dan kontinyu. selain itu penulis juga dapat mengusulkan semacam Badan Koordinasi Peningkatan Minat Baca Nasional (Bakorpembacanas) yang terstruktur formal dari pusat hingga daerah sampai menjangkau lapisan bawah diseluruh pelosok negeri.
                cara-cara tersebut dapat terselenggara bila dilakukan secara bersama-sama bila tidak negara tercinta kita ini tetap akan menduduki rangking kedua terbawah diantara negara-negara diAsiadalam hal pendidikan.
                Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. saya akhiri dengan parama shanti.
                Om Shanti, Shanti, Shanti, Om

Pidato Bahasa Bali


Kemerdekaan Indonesia

       Suksman aturang titiang majeng ring pangater acara antuk galahe sane kapaica ring titiang. Sedurung titiang ngelanturang matur amatra pinih ajeng iraga sareng sami nunas ica majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, duaning sangkaning paswecan Ida prasida raris iraga mesadu ajeng ring galahe tur genahe sane becik puniki. Sadurung titiang matur-atur pinih riin ngiring sareng sami ngucapang pangastungkara.
OM SWASTYASTU
Sane Wangiang titiang Ketua Komite SMA N 1 .........
Sane Wangiang titiang Kepala Sekolah SMA N 1 .........
Sane Wangiang titiang Staf Dewan Guru SMA N 1 ..........
Sapunika taler timpal-timpal titiang sareng sami sane tan prasida ojah titiang saka siki sane dahat suksamayang tur tresna asihin titiang
            Ida dane sareng sami ring rahina mangkin 17 Agustus 2013 puniki para warga ring Jagat Indonesiane ngelaksanayang acara Peringatan Hut Kemerdekaan Indonesia sane kaping 68. Upacara peringatan puniki presida raris semangat patriotik pahlawan kemerdekaan katulad olih para warga ring sejebag jagat Indonesia pamekasne alit-alite utawi para yowana. Duaning acara peringatan puniki iraga sareng sami prasida pacang uning tur eling ring jasa para pahlawane punika. Timpal-timpal titiang sinamiang taler dewek titiang patut nyane setata miara panegara Indonesia puniki sane sampun merdeka antuk ngamargiang wewangunan. Wewangunan punika nenten ja wantah ring fisik kemanten mental spiritual iraga patut taler kewangun mangda raris maprilaksana sane becik sane manut ring tata tertib utawi norma ring masyarakat punika. Yening sampun iraga prasida ngemargiang wewangunan punika, pastika iraga sareng sami sampun ngelanturang semangat para pejuang punika. Inggih Ida dane sane wangiang titiang, asapunika presida  antuk titiang nartayang indik kasuksman Acara Peringatan HUT RI ke 68 puniki. ngiring alit-alite utawi yowana mangkin prasida nagingin kemerdekaan puniki antuk seleg malajah mangda napi sane kaarsa olih para pejuang-pejuang sane sampun lintang mangda kaisinin lan ngawit sane mangkin iraga sareng sami setata miara panegara Indonesia tur mawit seleg malajah wewidangan iraga soang-soang.
            Inggih wantah asapunika pidarta tiange yening weneten keiwangan titiang nunas geng Rna sinampura. Inggih titiang puputang antuk Parama Shanti

OM SHANTI, SHANTI, SHANTI, OM

Contoh Laporan Perkemahan di Desa Sobangan


Laporan Hasil “Kemah” di Sobangan



            Pada tanggal 09 Juni 2010, para siswa-siswi SMPN 2 Menguwi akan mengadakan Kemah di desa Sobangan. Sebelum berangkat para siswa dan siswi di kumpulkan di halaman sekolah untuk mendapatkan pengarahan. Dan pada saat di perjalanan ke tempat Perkemahan para siswa – siswi bersuka riang ada yang menyanyi dan ada yang juga bersiul-siul. Setelah sampai di perkemahan para siswa|wapindru semua di berikan pengarahan tentang cara membuat tenda. Selesai pengarahan para siswa yang mengikuti pramuka pun langsung mendirikan tenda masing-masing setelah selesai menyelesaikan tenda para siswa-siswi langsung istirahat sejenak ada yang makan ada yang bermain sambil bergurau. Setelah itu para siswa-siswi di kumpulkan dan mandi setelah mandi siswa-siswi juga langsung Sembahyang bersama. Pada sore harinya hujan pun turun para siswa-siswi kembali ke tenda masing-masing , hujan pun belum mereda akhirnya para Pembina menyuruh untuk sementara di pindahkan ke wantilan. Hujan pun betul-betul belum mereda akhirnya kegiatan perkemahan di lakukan di wantilan. Pada malam harinya kegiatan pun di mulai dengan acara menyanyikan yel-yel regu dan ada juga regu yang salah satu siswa yang terpleset dan acara pun semakin meriah dan acara selanjutnya sulap dari salah satu Pembina pramuka yang mengejutkan para siswa-siswi dengan atraksi sulap memotong tubuh akhirnya para siswa-siswi pramuka menjadi takut dan pada akhir sulap ternyata Pembina yang melakukan atraksi sulap hanya membohongi para siswa-siswi dan para siswa terpingkal-pingka tertawa. Akhirnya acara pun selesai para siswa-siswi di suruh tertidur di wantilan. Pada pagi harinya para siswa-siswi di suruh bangun dan langsung lari pagi setelah selesai lari pagi para siswa-siswi langsung di suruh mandi dan setelah selesai mandi para siswa-siswi dikumpulkan dan diajak kelapangan untuk bermain. Dalam permainan ada saja kakak-kakak penegak yang usil menjaili para siswa-siswi ada yang memberikan air rasa kopi, rasa garam, dan rasa asin-pahit, dan ada juga yang menyuruh untuk menghormati pohon. Setelah selesai permainan akhirnya para siswa-siswi di suruh berkumpul untuk dilaksanakannya pelantikan. Pada saat pelantikan para Pembina membacakan Tri Satya, dan Sumpah Pramuka dan menyanyikan lagu alangkah gagahnya. Setelah selesai pelantikan para siswa-siswi langsung makan dan melepaskan tenda setelah selesai melepas tenda dan membersihkan lapangan gentian kakak-kakak penegak di lantik setelah selesai pelantikan kakak-kakak penegak , barulah para siswa diajak mencari jejak pertama para siswa harus menyelesaikan huruf-huruf morce dan menyanyikan yel-yel regu, akhirnya setelah menyelesaiakan ronde 1 para peserta regu langsung berjalan ke pos ke 2 untuk menyelesaikan tugas mencari kertas yang berisi huruf morce yang harus di selesaikan oleh para regu yang di berikan terhadap kakak penjaga pos 2. setelah selesai menyelesaikan tugas yang di berikan langsung para regu berjalan ke pos 3 untuk menyelesaikan tugas yang di berikan oleh kakak penjaga 3, para regu di suruh mencari kertas yang berisi huruf morcenya juga, akhirnya regu yang sudah selesai menjawab soal yang berisi huruf morce langsung berjalan ke pos 4 dimana jalan untuk ke pos 4 jalannya licin dan banyak pepohonan dan dibawah ada sungai yang besar. Dan tak banyak regu yang nyasar untuk berjalan ke pos 4, dan akhirnya para regu sampai di pos 4 di pos 4 regu di suruh mencuci muka dan langsung sembahyang di Pura Bedugul. Setelah melewati pos 4 regu-regu lain harus berjalan ke pos 5 setelah sampai di pos 5 para regu di oleskan Lumpur di muka peserta masing-masing setelah melewati pos 5 sampailah di pos 6 di pos 6 regu-regu harus mencari kertas yang berisi huruf morce setelah menemukan kertas para regu harus memecahkan huruf morce dan di tulis artinya. Setelah selesai memecahkan huruf morce para regu harus turun ke sungai dan berjalan untuk mencapai finish. Setelah kembali ke finish para regu yang sudah sampai di finish di perbolehkan untuk berganti pakaian dan sambil menunggu para regu yang lain datang regu yang sudah sampai di wantilan langsung di suruh bersih-bersih. Dan ada yang menyapu, menyaup sampah-sampah. Setelah regu-regu yang lain datang regu yang lain harus menunggu regu lain yang sedang berganti pakaian. Setelah selesai berganti pakaian para pindru|ketua regu di panggil untuk mengecek regu apakah ada yang tertinggal|tidak selain itu juga para siswa-siswi juga diingatkan barang-barang apa saja yang di bawa apkah sudah terbawa|masih tertinggal di perkemahan. Setelah selesai pengecekan para siswa-siswi di perbolehkan untuk naik ke truk yang akan mengangkut para siswa-siswi yang ikut perkemahan. Akhirnya truk pun berjalan dan di perjalan para siswa-siswi ada yang bernyanyi, tertawa dan lain sebagainya. Akhirnya sampai juga di sekolah, di sekolah para penjemput sudah banyak yang datang untuk menjemput para siswa-siswi yang ikut perkemahan.



*****Terima Kasih*****

Tuesday, June 25, 2019

HACCP PEMBUATAN BAKSO


Diagram Alir


Identifikasi Bahaya pada Produk Bakso Ayam
Bahaya merupakan faktor yang dapat mempengaruhi secara negatif kepuasan konsumen. Bahaya tersebut meliputi bahan biologis, kimia, atau fisik di dalam atau kondisi dari makanan yang berpotensi dapat merugikan bagi kesehatan. Bahaya yang ditimbulkan dalam proses pembuatan Bakso Ayam dapat terjadi pada saat penyediaan bahan dasar, pengolahan, dan penyajiannya. Langkah ini merupakan penjabaran dari prinsip pertama dari HACCP, yang mencakup identifikasi semua potensi bahaya, analisa bahaya, dan pengembangan tindakan pencegahan. Untuk menanggulangi risiko bahaya tersebut maka dilakukan identifikasi kemungkinan terjadinya bahaya dalam pembuatan Bakso Ayam.
Tabel Identifikasi Bahaya Bakso Ayam
No.
Bahan mentah
Jenis Bahaya
Bahaya
Cara Pencegahan
1
Daging ayam
Fisik
Bulu ayam, pasir, dan debu
·         Bersihkan bulu ayam yang masih tertinggal
·         Cuci daging hingga bersih dengan air mengalir
Kimia
Pengawet
·         Direndam dalam air panas selama 30 menit dan dimasak dengan baik dan benar
Biologis
Listeria monocytogenes, Sallmonella, E. Coli patogen, dan Parasit
·         Perebusan daging hingga matang, berkisar  73oC sampai kedalam daging
2
Tepung kanji
Fisik
Debu, menggumpal
·         Penyimpanan pada suhu kamar dan gunakan wadah tertutup
Kimia
Pengawet
·         Pemasakan dengan baik dan benar
Biologis
Kapang
·         Jangan biarkan tepung terkena air
3
Garam
Fisik
Menggumpal, berair
·         Hindari dari sinar matahari langsung
Kimia
-

Biologis
Salmonella (hidup pada kandungan garam 10%), Listeria monocytogenes (10%), dan Staphylicoccus aureus (20%)
·         Penyimpanan dengan suhu 10-21oC pada gudang penyimpanan bahan makanan
4
Merica bubuk
Fisik
Menggumpal, debu
·         Penyimpanan pada wadah yang kering dan tertutup
Kimia
-

Biologis
Kapang
·       Simpan pada wadah yang kering
5
Bawang putih
Fisik
Tanah, busuk
·         Cuci dengan air mengalir
·         Hilangkan bagian yang busuk pada bawang dan simpan pada tempat yang kering
Kimia
Pestisida
·         Cuci dengan air mengalir dan masak dengan baik
Biologis
Jamur, ulat
·         Simpan bawang pada tempat yang kering
·         Hilangkan bagian bawang yang berulat
6
Air
Fisik
Berbau
·         Gunakan air dari PDAM atau sumur bor yang telah memenuhi syarat sebagai air bersih
Kimia
Kaporit
·         Rebus air dengan baik
Biologis
Coliform, E-coli
·         Rebus air sampai suhu 100oC
7
Telur ayam
Fisik
Bulu ayam, kotoran ayam
·         Cuci telur sampai bersih dengan air mengalir
Kimia
-

Biologis
Salmonella
·         Cuci telur sampai bersih dan rebus hingga matang
8
Tahu
Fisik
Berbau, berlendir
·         Hindari tahu dari sinar matahari
·         Apabila ingin disimpan dalam kulkas rebus terlebih dahulu agar lebih awet
Kimia
Pengawet
·         Merebus dengan air panas sebelum digoreng
Biologis
E-coli, Salmonella
·         Masaklah tahu sampai matang
9
Minyak goreng
Fisik
Bau tengik
·         Penyimpanan dengan wadah tertutup dan tidak terlalu lama disimpan
Kimia
-

Biologis
-

10
Bihun jagung
Fisik
Bau tengik
·         Simpan pada suhu kamar dan jangan biarkan dalam keadaan terbuka
Kimia
Pengawet
·         Masak dengan baik dan benar
Biologis
-

11
Kol
Fisik
Layu
·         Hindari dari sinar matahari langsung
·         Masukan kedalam kulkas jika ingin disimpan lebih lama
Kimia
Pestisida
·         Cuci dengan air yang mengalir sampai bersih
Biologis
Ulat
·         Hilangkan bagian yang terkena ulat
12
Tulang ayam
Fisik
Debu
·         Cuci tulang ayam sampai bersih dengan air mengalir
Kimia
Pengawet
·         Masak dengan baik dan benar
Biologis
E-coli, Salmonella
·         Masak hingga kuah kaldu mendidih
13
Bumbu penyedap
Fisik
Debu, menggumpal
Simpan dengan wadah tertutup dan hindari bumbu dari air
Kimia
-

Biologis
Kapang
Simpan dalam wadah kering dan tertutup

2.2         Penentuan Titik Kendali Kritis
Penentuan titik kendali kritis merupakan bagian penting dalam menurunkan dan mengeleminasi bahaya (hazard) yang telah diidentifikasi. Titik pengendalian kritis (TPK) atau control critical point (CCP) diartikan sebagai setiap proses atau langkah dalam proses produksi yang tidak terawasi dengan baik, kerusakan dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi, serta kemungkinan dapat menimbulkan ketidakamanan pangan. CCP ini dideterminasikan setelah tata alir proses yang sudah teridentifikasi potensi hazard pada setiap tahap produksi dan tindakan pencegahannya. CCP dapat diidentifikasi dengan menggunakan pengetahuan tentang proses produksi dan semua potensi bahaya dan signifikasi bahaya dari analisa bahaya serta tindakan pencegahan yang ditetapkan. Tempat pengendalian khusus dapat dibedakan menjadi dua, yaitu TPK 1 yang merupakan titik untuk mencegah atau menghilangkan bahaya yang telah mengalami proses pemanasan, dan TPK 2 yaitu berupa titik tempat meminimalisir bahaya sampai batas aman dan dapat ditoleransi karena jumlah pencemar sudah menjadi sangat rendah. Dalam pembuatan semangkok Bakso Ayam terdapat 14 CCP, yaitu terdapat pada :
CCP 1             : Pada pembelian bahan baku
CCP 2             : Pada penyimpanan bahan baku
CCP 3             : Pada saat pemotongan bahan baku
CCP 4             : Pada saat penggilingan daging ayam
CCP 5             : Pada saat penghalusan bumbu adonan pentol
CCP 6             : Pada saat penggorengan tahu
CCP 7             : Pada saat perendaman bihun
CCP 8             : Pada pencampuran ayam dengan bumbu dan adonan pentol
CCP 9             : Pada saat pencamuran air dengan bumbu kaldu
CCP 10           : Pada saat pembentukan adonan pentol menjadi bulat
CCP 11           : Pada saat perebusan adonan pentol, perebusan air kaldu, perebusan telur
CCP 12           : Pada saat pengupasan kulit telur
CCP 13           : Pada saat penyimpanan seluruh makan jadi
CCP 14           : Pada saat pencampuran dan penyajian Bakso, tahu, telur, kaldu, bihun kedalam mangkuk bakso